Saturday, April 05, 2025

Friday, July 8, 2011

Terima Satu maka Berilah Satu...

Dalam dunia sekarang ini, tampaknya hampir semua topik terbuka untuk diperdebatkan. Sementara aku sedang mengumpulkan fakta untuk artikel ini, saya cukup terkejut menemukan beberapa masalah yang saya pikir diselesaikan sebenarnya masih dibicarakan secara terbuka.
JAKARTA, KOMPAS.com " Kubik Training menggandeng para tokoh masyarakat meluncurkan program Satu Orang Satu (SOS). Program yang digulirkan melalui kampanye Gerakan Sukses Mulia itu diartikan, setiap kali seorang anggota masyarakat menerima satu, mereka akanmemberi satu pada orang lainnya.

Direktur Kubik Training Indrawan Nugroho memaparkan, Gerakan Sukses Mulia akan selalu memanfaatkan kekuatan golongan ini untuk menyinergikanketertarikan dan kemampuan mereka dengan program-program (aktivitas)sosial yang cerdas dan berdampak besar bagi masyarakat luas. Untuk itu, ia menggandeng tokoh-tokoh masyarakat, seperti Dik Doank (selebriti dan aktivis pendidikan anak), BryanTilaar (CEO MarthaTilaar Group), Iskandar Zulkarnain (DirekturPT Internusa Hasta Buana), Tri Mumpuni (Social Entrepreneur), serta NukmanLuthfie (Online Media Strategic Consultant), untuk berbagi inspirasi seputar profesi dan bidang keahlian yang mereka jalani selamaini.

"Konsep gerakan ini adalah tap in to crowd sourcing, yaitu bahwa setiap orang atau unsur masyarakatdapat bergabung dengan gerakan ini, baikpengusaha, profesional, perusahaan, individu, komunitas, maupun kelompok sosial yang telah meraihkesuksesan dan kemuliaan dalam hidupnya," ujar Indrawan dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu (9/7/2011).

Indrawan mengungkapkan, survei Asian Development Bank (ADB) pada akhir 2010 lalu menunjukkan bahwa 136,2 juta jiwa rakyat Indonesia tergolong miskin. Menurut dia, jumlah tersebut sangat besar untuk digarap oleh sekelompok orang atau organisasi, atau bahkan pemerintah sekalipun.

Bagaimana Anda bisa mencanangkan batas belajar lebih banyak? Bagian berikutnya mungkin berisi bahwa salah satu sedikit kebijaksanaan yang mengubah segalanya.

"Hanya, semuaitu menjadi mungkin dilakukan jika masyarakat pada golongan menengah ke atas turut membantu. Mereka adalah kelompok masyarakat yang telah menikmati kesuksesan dan memiliki energi besar, serta idealisme tinggi untuk membantu sesama," katanya.

Ia menambahkan, dalam gerakan ini kata "sukses" ditandai dengan pencapaian "4-ta", yaitu harta, takhta, kata, dan cinta. Sementara kata "mulia" ditandai dengan kesediaan untuk menggunakan "4-ta" tersebutsebagai sumber manfaat untuk orang lain.

"Saya percaya, ketika seseorang meraih sukses dan mulia pada saat yang sama,maka ia akan menikmati kehidupan terbaiknya. Untuk itu, konsep SOS secara sederhana harus dapat diartikan, setiap kali mereka menerima satu, maka mereka akan memberi satu pada orang lainnya," tutur Indra.

Indra memberi contoh, sekelompok pedagang beras organik akan berkomitmen bahwa untuk setiap kali merekamenjual 1 kg beras, mereka akan memberikan 1 kg beras kepadakeluarga tidak mampu. Ia juga mencontohkan, seorang pengusaha busana muslimah akan memberikan sepotong pakaian untuk anak miskin setiap kali ia mendapatkan keuntungan dari menjual satu pakaian.

Harapannya, dengan program ini, semakin banyak kaum marjinal yang terbantukan dan dapat ikut menikmati kehidupan lebih layak. Bahkan, dalam tahap berikutnya, beberapa tahun ke depan,ketika gerakan SOS terus bergulir, rakyat semakin mandiri dan hidup lebih layak dengan sukses dan mulia.

"Untuk itu, di akhir acara ini serempak seluruh undangan berkomitmen untuk memberikan kontribusisesuai dengan kemampuan dan bidang yang ditekuninya," tukasnya.

Pertanggungan ini artikel informasi adalah sebagai lengkap dapat hari ini. Tapi kau selalu harus meninggalkan terbuka kemungkinan bahwa penelitian di masa depan dapat mengungkap fakta-fakta baru.
Related Posts with Thumbnails
Powered By Blogger