Ketika Anda belajar tentang sesuatu yang baru, mudah merasa kewalahan oleh jumlah informasi relevan yang tersedia. Artikel informatif akan membantu Anda berfokus pada titik sentral.
Ilustrasi(FOTO ANTARA/Arif Firmansyah)
saat ini terdapat 4.679.316 jiwa sehingga membutuhkan air bersih 4,8 miliar meter kubik sebulan
Kupang (ANTARA News) - Provinsi Nusa Tenggara Timur memerlukan2.700 embung atau kolam besar penampungan air untuk memenuhi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat setempat, sementara yang tersedia baru 425 embung. Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre Koreh, di Kupang, Jumat, mengatakan, saat ini terdapat4.679.316 jiwa sehingga membutuhkan air bersih 4,8 miliar meter kubik sebulan. Namun, sumber air baku yang dimiliki oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tersebut masih minim sehingga hanya bisa memasok354 juta meter kubik setiap bulan, atau 136 meter/detik. "Dengan demikian pemenuhan air bersih bagi masyarakat dalam setahun hanya 2,82 miliar meter kubik," kata dia. Koreh mengatakan, ketersediaan sarana dan prasarana sumber daya air saat ini juga belum mampu memenuhi kebutuhan sektor pertanian. Menurut dia, areal irigasi potensial di NTT mencapai seluas 295.262 hektare, tapi yang sudah berfungsi hanya seluas 126.168 hektare, meliputi irigasi teknis seluas 28.362 hektare, irigasi sederhana seluas 97/806 hektare. Pikirkan tentang apa yang telah Anda baca sejauh ini. Apakah itu memperkuat apa yang sudah Anda ketahui tentang
? Atau ada sesuatu yang sama sekali baru? Bagaimana dengan paragraf yang tersisa?
Karena itu, katanya, pemerintah daerah membangun waduk di Tilong, Kabupaten Kupang, untuk digunakan sebagai sumber air irigasi bagi lahan seluas 1.484 hektare, yang diharapkan bisa meningkatkan indeks pertanaman pada 40 kawasan daerah irigasi. "Kami telah melakukan survei lapangan dan dari waduk itu akan lahir sedikitnya 29 calon waduk suplai irigasi," kata Andre. Upaya ini ditempuh pemerintah juga untuk memberikan manfaat kepada sawah tadah hujan milik petani yang luasnya mencapai 63.245 hektare, yang akan mengalami penurunan produktivitas sebagai akibat gagal panen karena kemarau panjang yang sering dialami NTT. Langkah lain yang ditempuh pemerintah NTT, kata Koreh, adalah mengembangkan sumber air tanah yang saat ini sudah mencapai 1.289 sumur dari rencana pemerintah sebanyak 7.891 sumur. "Dari jumlah sumber air bawah tanah tersebut diharapkan bisa mengaliri sedikitnya 12.541 hektare sawah dan memenuhi kebutuhan air bersih untuk 9.270 kepala keluarga," kata Koreh. (ANT)Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2011 Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com Tidak ada salahnya untuk baik-informasi yang terakhir pada

. Bandingkan apa yang telah Anda pelajari di sini ke artikel masa depan sehingga Anda dapat tetap waspada terhadap perubahan di bidang

.