Yerusalem (ANTARA News/AFP) - Sebuah perusahaan energi Israel pada Kamis mengatakan telah menemukan cadangan gas alam di lepas pantai negara Mediterania itu. "Saya berharap bahwa kita akan segera mencapai keberhasilan pengeboran dalam jumlah komersial," kata direktur Pelaksana Hachshara Energy, Ohad Marani kepada radio publik Israel. Tes awal mengindikasikan bahwa ladang baru, bernama Sarah dan Mira, terletak sekitar 70 kilometer (43 mil) dari kota di utara Israel, Hadera, bisa mengandung sekitar 184 miliar meter kubik (6,5 triliun kaki kubik), kata radio. Israel telah menemukan gas lepas pantai di ladang Tamar dan Leviathan, 130 kilometer (80 mil) dariutara pelabuhan Haifa. Leviathan dipercaya mengandung sekitar 450 miliar meter kubik (16 triliun kaki kubik) gas dan Tamar 238 miliar meter kubik (8,4 triliun kaki kubik). Semoga informasi yang disajikan sejauh ini berlaku. Anda juga mungkin ingin mempertimbangkan hal berikut:
Penemuan itu akan mengurangi tajam ketergantungan impor Israel dari tetangga Mesir, yang saat ini memasok sekitar 43 persen dari kebutuhan gas alamnya. Pengiriman gas Mesir ke Israel terputus selama beberapa minggu setelah serangan 5 Februari pada pipa Sinai selama protes anti-pemerintah, yang akhirnya menjatuhkan rezim 30 tahun presiden Hosni Mubarak. Mereka terganggu lagi pada April, ketika penyabot tak dikenal membom pipa, dan tidak beroperasi kembali sampai 10 Juni. Kejatuhan Mubarak, sekutu lama dari negara Yahudi, telah memicu kekhawatiran di Israel bahwa rezimbaru Kairo bisa mengambil garis keras terhadap tetangganya di utara. (A026/A011/K004) Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011 Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Tentu saja, tidak mungkin untuk meletakkan segala sesuatu tentang Penemuan itu akan mengurangi tajam ketergantungan impor Israel dari tetangga Mesir, yang saat ini memasok sekitar 43 persen dari kebutuhan gas alamnya. Pengiriman gas Mesir ke Israel terputus selama beberapa minggu setelah serangan 5 Februari pada pipa Sinai selama protes anti-pemerintah, yang akhirnya menjatuhkan rezim 30 tahun presiden Hosni Mubarak. Mereka terganggu lagi pada April, ketika penyabot tak dikenal membom pipa, dan tidak beroperasi kembali sampai 10 Juni. Kejatuhan Mubarak, sekutu lama dari negara Yahudi, telah memicu kekhawatiran di Israel bahwa rezimbaru Kairo bisa mengambil garis keras terhadap tetangganya di utara. (A026/A011/K004) Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011 Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com