Medan (ANTARA News) - Tim kepolisian masih terus bekerja ekstra keras menyelidikipelaku perampokan senilai Rp 1 miliar denganmenggunakan senjata api di rumah pengusaha Ares Susanto Jalan Hang Tuah, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Baru. Kapolsekta Medan Baru AKP Donny Alexander saat melakukan pengamanan sidang perampokan Bank CIMB Niaga yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, Kamis, mengatakan, tim masih bekerja di lapanganuntuk mengusut kasus tersebut.

Penyelidikan perampokan yang terjadi di pagi hari itu, menurut dia, terus dilakukan dan telah memeriksa sejumlah saksi-saksi yang mengetahuiperistiwa tersebut.

"Pelaku perampokandengan cara kekerasan yang lebih dahulu mengancamdan mengikatkorbannya itu harus secepatnya diringkus," kata mantan Kasatreskrim Polres Langkat itu.

Dia mengatakan, pelaku perampokan yang meresahkanmasyarakatharusdiberantas habis dan tidak boleh dibiarkan terus merajalela.

Apalagi, jelasnya, pelaku kejahatan itu menggunakan senjata api yang jelas sangatberbahaya.

"Kita terus memburu perampok tersebut," katanya.

Ketika ditanya saksi-saksi yang telah diperiksa ,Dony mengatakan, beberapa diantaranya, yakniAres Susanto, SilviradanMartini pembantu rumah tangga .

Ares Susanto dan Silvira adalah saksi korban yang juga pemilik rumah yang dirampok.

Jika Anda dasar apa yang Anda lakukan pada informasi yang tidak akurat, Anda mungkin akan tidak menyenangkan terkejut oleh konsekuensi. Pastikan Anda mendapatkan cerita
keseluruhan dari sumber-sumber informasi.

Sedangkan, Martini sebagai pekerja di rumah korban, yang pertama kaliditodong senjata api oleh perampok.

"Kita terus memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut," katanya.


Lima Perampok

Sebelumnya, kawanan perampok yang diduga berjumlah lima orang masuk ke rumah pengusaha Ares Susanto Jalan Hang Tuah Medan, Minggu (1/5) sekitar pukul 06.00 WIB mengakibatkan kerugian lebih kurang Rp1 miliar, dengan rincian US$900, uang rupiah ratusan juta, emas batangan, perhiasan emas, lima telepon seluler dan kamera digital.

Perampok tersebut masuk kedalam rumah setelah lebih dahulu menodongkansenjata jenis revolver pada pembantu rumah tangga (PRT) Martini yang lagi sedang berada dihalaman teras rumah.

Kemudian perampok tersebut mengancam PRT itu agar menunjukkan kamar majikannya Ares Susanto.

Bahkan, perampok juga menyekap dan mengikat Ares dan isterinya Silvira, sehingga mereka dengan mudah menyantroni barang-barang berharga milik korban. (ANT/K004)

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com