NUSA DUA, KOMPAS.com " Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, masalah perbatasan darat dengan Timor Leste akan diselesaikan tahun ini. Jika masalah tersebut selesai, perundingan mengenai perbatasan laut akan dimulai tahun depan. Demikian diungkapkan Marty kepada Kompas seusai bertemu Menlu Timor Leste Zacarias Albano da Costa di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri Ke-16 Gerakan Nonblok di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Senin (23/5/2011). Sejujurnya, satu-satunya perbedaan antara Anda dan para ahli
adalah waktu. Jika Anda akan menginvestasikan waktu sedikit lebih dalam membaca, Anda akan yang lebih dekat ke status ahli ketika datang ke
.
Marty mengatakan, saat ini masih ada tiga titik di kawasan perbatasan darat RI-Republik Demokratik Timor Leste yang belum disepakati kedua negara. Ketiga titik tersebut adalah Delomil (RI)/Memo (Timor Leste), Bijael Sunan/Oben, dan Noel Besi/Citrana. Menurut Marty, masalah perbatasan antardua negara yang bertetangga adalah sebuah keniscayaan. "Yang penting, kedua negara bertekad menyelesaikan masalah tersebut secara damai," tutur Marty, yang mengatakan pertemuan kedua negara untuk membicarakan soal perdamaian itu telah berlangsung rutin dan dijadwalkan tahun ini akan tuntas. Setelah masalah perbatasan darat selesai, baru tahun depan akan digelar pembicaraan tentang perbatasan laut kedua negara. Masalah perbatasan laut ini diduga akan lebih alot karena akan melibatkan pembicaraan mengenai Celah Timor, satu kawasan di Laut Timor yang kaya kandungan minyak bumi. Selain masalah perbatasan, Marty dan Da Costa juga membicarakan tindak lanjut kesepakatan kerja sama di bidang pendidikan dan ekonomi.
Marty mengatakan, saat ini masih ada tiga titik di kawasan perbatasan darat RI-Republik Demokratik Timor Leste yang belum disepakati kedua negara. Ketiga titik tersebut adalah Delomil (RI)/Memo (Timor Leste), Bijael Sunan/Oben, dan Noel Besi/Citrana. Menurut Marty, masalah perbatasan antardua negara yang bertetangga adalah sebuah keniscayaan. "Yang penting, kedua negara bertekad menyelesaikan masalah tersebut secara damai," tutur Marty, yang mengatakan pertemuan kedua negara untuk membicarakan soal perdamaian itu telah berlangsung rutin dan dijadwalkan tahun ini akan tuntas. Setelah masalah perbatasan darat selesai, baru tahun depan akan digelar pembicaraan tentang perbatasan laut kedua negara. Masalah perbatasan laut ini diduga akan lebih alot karena akan melibatkan pembicaraan mengenai Celah Timor, satu kawasan di Laut Timor yang kaya kandungan minyak bumi. Selain masalah perbatasan, Marty dan Da Costa juga membicarakan tindak lanjut kesepakatan kerja sama di bidang pendidikan dan ekonomi.