JAKARTA, KOMPAS.com " Sepanjang tahun 2010, pemberitaan terkait Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lebih banyak berkaitan dengan isu-isu politik praktis dibandingkan kinerjanya sebagai kepala pemerintahan. Hal itu dikatakan Direktur Riset Charta Politika, Yunarto Wijaya, Senin (27/12/2010), dalam jumpa pers Political Review 2010: Panggung Politik Sandera, di Jakarta. Presiden dinilai lebih banyak berkomentar tentang isu-isu politik dibandingkan kinerja pemerintahannya."Maka, kita tidak bisa menyalahkan kalau disebut sebagai politik citra daripada politik kerja karena SBY lebih banyak bereaksi terhadap isu-isu politik praktis daripada soal kerja pemerintahan," kata Yunarto. Analisis terhadap 6 surat kabar nasional yang dilakukan Charta Politika medio 2 Januari-20 Desember 2010 menunjukkan, pernyataan Presiden mengenai koalisi pemerintahan atau Setgab selalu dipersepsi negatif. "Pemberitaan negatif sangat terasa dalam isu KIB II dan Setgab," katanya. Hopefully the information presented so far has been applicable. You might also want to consider the following:
Pemberitaan didominasi oleh tone netral sebanyak 52 persen, positif hanya 10 persen, dan tone pemberitaan negatif sebesar 38 persen. Staf Khusus Presiden Bidang Politik Daniel Sparingga mengatakan, selama ini banyak kinerja positif pemerintah yang tidak tersampaikan ke publik. Hal itu, menurutnya, disebabkan hiruk-pikuknya situasi politik sepanjang 2010."Situasinya tidak jelas, siapa oposisi dan koalisi. Kinerja tertutup karena isu yang dominan dengan ingar-bingar politik," ujarnya. Selain itu, lingkungan Istana menilai bahwa ruang publik sering kali diisi dengan hal-hal yang bernada sinisme dan sarkastik. Tahun 2011 mendatang, ia berharap, ruang-ruang publik akan lebih "bersahabat". Sementara itu, Wakil Sekjen DPP PPP Rommahurmuziy (Rommy) menilai, selama satu tahun ini Presiden memang terlihat lebih banyak soal politik daripada kesejahteraan rakyat. Bahkan, dalam beberapa isu, Presiden, menurutnya, disibukkan dengan skandal yang melibatkan orang-orang dekatnya. "Presiden jadi ikut disibukkan dengan urusan orang-orang dekatnya atau all the president's men. Orang-orang dekat ini yang akan menjadi kerikil penghadang upaya pemberantasan korupsi. Misalnya ketika kasus Century, kasus Gayus," ujar Rommy.
Pemberitaan didominasi oleh tone netral sebanyak 52 persen, positif hanya 10 persen, dan tone pemberitaan negatif sebesar 38 persen. Staf Khusus Presiden Bidang Politik Daniel Sparingga mengatakan, selama ini banyak kinerja positif pemerintah yang tidak tersampaikan ke publik. Hal itu, menurutnya, disebabkan hiruk-pikuknya situasi politik sepanjang 2010."Situasinya tidak jelas, siapa oposisi dan koalisi. Kinerja tertutup karena isu yang dominan dengan ingar-bingar politik," ujarnya. Selain itu, lingkungan Istana menilai bahwa ruang publik sering kali diisi dengan hal-hal yang bernada sinisme dan sarkastik. Tahun 2011 mendatang, ia berharap, ruang-ruang publik akan lebih "bersahabat". Sementara itu, Wakil Sekjen DPP PPP Rommahurmuziy (Rommy) menilai, selama satu tahun ini Presiden memang terlihat lebih banyak soal politik daripada kesejahteraan rakyat. Bahkan, dalam beberapa isu, Presiden, menurutnya, disibukkan dengan skandal yang melibatkan orang-orang dekatnya. "Presiden jadi ikut disibukkan dengan urusan orang-orang dekatnya atau all the president's men. Orang-orang dekat ini yang akan menjadi kerikil penghadang upaya pemberantasan korupsi. Misalnya ketika kasus Century, kasus Gayus," ujar Rommy.