REPUBLIKA.CO.ID,BANTAENG--PT Global Seafood Internasional Indonesia (GSII) tetap menguasai pangsa pasar talas dunia, khususnya Jepang. Dari 360 ribu ton kebutuhan talas negara Matahari Terbit tersebut, GSII menguasai 60 persen. Ini merupakan peluang bagi petani Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bantaeng karena PT GSII telah membangun industri pengolahan talas di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini, kata Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Bantaeng, Senin. How can you put a limit on learning more? The next section may contain that one little bit of wisdom that changes everything.
Menurut Bupati, pengembangan talas kini dilakukan dalam bentuk kultur jaringan. Ini dilakukan untuk menyiapkan bibit agar menyebar ke masyarakat. Selama ini, bibit masih didatangkan melalui Bio Trop Indonesia dan ke depan diharapkan bisa dilakukan sendiri. Tahap awal pengembangannya, diharapkan memenuhi target 10 ton/hari dan ekspornya sudah bisa dilakukan pertengahan 2011. Bupati berharap masyarakat memanfaatkan potensi lahannya dengan menanam talas sebab tanaman ini dapat memproduksi 40 ton/Ha atau senilai Rp200 juta/Ha dengan harga Rp5.000/kg. Sebelumnya, Bupati Bantaeng meminta aparat setempat menyiapkan lahan seluas lima hektare dalam bentuk hamparan. Sedang pengelolaannya akan dibantu tenaga ahli. Tanah yang akan menjadi milik desa tersebut ditanami talas dan hasilnya dikelola desa. Dengan begitu, selain menjadi percontohan bagi masyarakat, desa juga memperoleh pemasukan karena produksi talas tersebut tak hanya untuk keperluan ekspor, tetapi juga bermanfaat mengobati penyakit kanker dan diabetes.
Menurut Bupati, pengembangan talas kini dilakukan dalam bentuk kultur jaringan. Ini dilakukan untuk menyiapkan bibit agar menyebar ke masyarakat. Selama ini, bibit masih didatangkan melalui Bio Trop Indonesia dan ke depan diharapkan bisa dilakukan sendiri. Tahap awal pengembangannya, diharapkan memenuhi target 10 ton/hari dan ekspornya sudah bisa dilakukan pertengahan 2011. Bupati berharap masyarakat memanfaatkan potensi lahannya dengan menanam talas sebab tanaman ini dapat memproduksi 40 ton/Ha atau senilai Rp200 juta/Ha dengan harga Rp5.000/kg. Sebelumnya, Bupati Bantaeng meminta aparat setempat menyiapkan lahan seluas lima hektare dalam bentuk hamparan. Sedang pengelolaannya akan dibantu tenaga ahli. Tanah yang akan menjadi milik desa tersebut ditanami talas dan hasilnya dikelola desa. Dengan begitu, selain menjadi percontohan bagi masyarakat, desa juga memperoleh pemasukan karena produksi talas tersebut tak hanya untuk keperluan ekspor, tetapi juga bermanfaat mengobati penyakit kanker dan diabetes.