Nusa Dua (ANTARA) - Indonesia dan Korea Selatan sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan hingga dua kali lipat selama lima tahun ke depan. Kesepakatan itu dikemukakan kedua pihak dalam pertemuan bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak di sela-sela Bali Democracy Forum di Nusa Dua, Kamis. Saat ini nilai perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan sekitar 20 miliar dolar AS sehingga lima tahun lagi diharapkan dapat meningkat menjadi 40 miliar dolar AS. Usai pertemuan bilateral sekitar 30 menit, Menko Perekonomian Hatta Radjasa menjelaskan, selain komitmen meningkatkan nilai perdagangan, Korea Selatan juga menyatakan keinginannya meningkatkan investasi di Indonesia. Namun, menurut Hatta, nilai peningkatan investasi itu baru bisa diketahui tahun depan setelah pembentukan tim khusus guna menemukan potensi investasi di Indonesia yang bisa dimasuki oleh Korea Selatan. "Nilainya pasti besar sekali. Korea betul-betul ingin support meningkatkan kerjasama ekonomi di Indonesia. Saya belum bisa menyebutkan nilainya karena baru bisa ditentukan setelah `special envoy` kita ke Korea tahun depan," tuturnya. Hopefully the information presented so far has been applicable. You might also want to consider the following:
Peningkatan investasi itu, lanjut Hatta, kemungkinan akan dilakukan di beberapa bidang antara lain infrastruktur, manufaktur, dan juga pengembangan koridor ekonomi Indonesia di beberapa daerah. Selain itu, menurut dia, Korea Selatan juga berminat untuk bekerjasama di industri pertanahan seperti pengembangan kapal selam. "Nanti kerja sama itu dirumuskan oleh Menteri Pertahanan. Tapi tentu kita ingin mengembangkan PT Pindad kita dan juga industri-industri strategis yang ada," kata Hatta. Sementara itu dalam konferensi pers yang digelar bersama oleh Presiden Yudhoyono dan Presiden Lee Myung-Bak, Korea Selatan menyatakan harapannya untuk ikut serta dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sedangkan Presiden Yudhoyono mengatakan kedua pihak sepakat ingin meningkatkan kerja sama ekonomi yang membawa manfaat bersama. Selain membicarakan peningkatan kerja sama ekonomi, Hatta mengatakan, kedua pemimpin juga membicarakan konflik di Semenanjung Korea. Namun, menurut Hatta, pembicaraan itu dilakukan pada sesi khusus pertemuan empat mata antara Presiden Yudhoyono dan Presiden Lee Myung-Bak.
Peningkatan investasi itu, lanjut Hatta, kemungkinan akan dilakukan di beberapa bidang antara lain infrastruktur, manufaktur, dan juga pengembangan koridor ekonomi Indonesia di beberapa daerah. Selain itu, menurut dia, Korea Selatan juga berminat untuk bekerjasama di industri pertanahan seperti pengembangan kapal selam. "Nanti kerja sama itu dirumuskan oleh Menteri Pertahanan. Tapi tentu kita ingin mengembangkan PT Pindad kita dan juga industri-industri strategis yang ada," kata Hatta. Sementara itu dalam konferensi pers yang digelar bersama oleh Presiden Yudhoyono dan Presiden Lee Myung-Bak, Korea Selatan menyatakan harapannya untuk ikut serta dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sedangkan Presiden Yudhoyono mengatakan kedua pihak sepakat ingin meningkatkan kerja sama ekonomi yang membawa manfaat bersama. Selain membicarakan peningkatan kerja sama ekonomi, Hatta mengatakan, kedua pemimpin juga membicarakan konflik di Semenanjung Korea. Namun, menurut Hatta, pembicaraan itu dilakukan pada sesi khusus pertemuan empat mata antara Presiden Yudhoyono dan Presiden Lee Myung-Bak.