JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, dirinya adalah pemimpin bangsa yang berintegritas dan dapat mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Hal itu disampaikan Presiden menanggapi pemberitaan dua media terkemuka di Australia, The Age dan Sydney Morning Herald, Jumat (11/3/2011) lalu, bahwa dirinya telah menyalahgunakan kekuasaannya. "Percayalah, saya mempertanggungjawabkan apa yang saya lakukan. Saya, Insya Allah, akan tetap menjaga integritas karena itulah tugas saya sebagai pemimpin di negeri ini," kata Presiden saat membuka rapat kabinet terbatas yang membahas soal pengendalian inflasi, ketahanan pangan, dan ketahanan energi di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (14/3/2011). Jika Anda tidak memiliki detail yang akurat tentang Harga Jual Blackberry iPhone Laptop Murah, maka Anda mungkin membuat pilihan yang buruk pada subjek. Jangan biarkan hal itu terjadi: terus membaca.
Presiden mengatakan, dirinya akan menggunakan haknya untuk mendapatkan keadilan dengan cara-cara yang demokratis. "Ya, tentunya nanti akan tahu siapa yang sesungguhnya sungguh demokratis, dan siapa yang tidak. Siapa yang main lapor, main tuduh, main hakim di dalam media massa, di dalam diplomasi, yang sungguh merugikan nama baik seseorang, yang boleh disebut sebagai character assassination," tegas Presiden. Presiden, pada kesempatan tersebut, juga mengucapkan terima kasih kepada para menteri dan staf yang membelanya terkait pemberitaan tersebut. "Saya pandang sudah cukup. Tidak perlu kita ikut terus-menerus dalam kegaduhan soal ini karena banyak yang lebih penting harus kita lakukan. Saya juga tidak ingin terlalu reaktif dan emosional. Saudara tahu kebiasaan saya, setelah semuanya bisa dinalar dengan baik secara jernih, tentu dengan tetap menjalankan tugas saya sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara," katanya.
Presiden mengatakan, dirinya akan menggunakan haknya untuk mendapatkan keadilan dengan cara-cara yang demokratis. "Ya, tentunya nanti akan tahu siapa yang sesungguhnya sungguh demokratis, dan siapa yang tidak. Siapa yang main lapor, main tuduh, main hakim di dalam media massa, di dalam diplomasi, yang sungguh merugikan nama baik seseorang, yang boleh disebut sebagai character assassination," tegas Presiden. Presiden, pada kesempatan tersebut, juga mengucapkan terima kasih kepada para menteri dan staf yang membelanya terkait pemberitaan tersebut. "Saya pandang sudah cukup. Tidak perlu kita ikut terus-menerus dalam kegaduhan soal ini karena banyak yang lebih penting harus kita lakukan. Saya juga tidak ingin terlalu reaktif dan emosional. Saudara tahu kebiasaan saya, setelah semuanya bisa dinalar dengan baik secara jernih, tentu dengan tetap menjalankan tugas saya sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara," katanya.