Padang (ANTARA News) - Pakar Gempa dari Universitas Andalas, Badrul Mustapa Kemal, memprediksi bahwa gempa berkekuatan 6 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kota Padang, Sumatra Barat dan sekitarnya, Kamis pagi ini pukul 07.16 WIB adalah gempa baru.
"Tetapi gempa yang terjadi itu bukan akibat pergeseran patahan Mentawai," katanya. Melainkan, lanjutnya, bergesernya patahan Mentawai secara horizontal.
Menurut Badrul patahan Mentawai pernah ditemukan dalam penelitian Indonesia bersama Perancis pada 1991-1992.
Ia mengatakan, gempa yang kemungkinan belum keluar adalah di Blok Siberut, mengingat gempa pada blok Sipora Sipagai yang ada di dekatnya tidak mungkin lagi terjadi.
"Blok Sipora Sipagai sudah keluar pada 12-13 September 2007, dan terjadi lagi pada 25 Oktober 2010," katanya.
Dia memperkirakan gempa pagi tadi kemungkinan terjadi di Blok Sipora Pagai, Kabupaten Kepulauan Mentawai atau dari segmen blok gempa dan tsunami pada 25 Oktober 2010.(*)
. Dapatkah Anda memikirkan cara-cara untuk menerapkan apa yang telah dibahas sejauh ini?
COPYRIGHT © 2011 Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Sekarang Anda bisa mengerti mengapa ada minat yang tumbuh di "Tetapi gempa yang terjadi itu bukan akibat pergeseran patahan Mentawai," katanya. Melainkan, lanjutnya, bergesernya patahan Mentawai secara horizontal.
Menurut Badrul patahan Mentawai pernah ditemukan dalam penelitian Indonesia bersama Perancis pada 1991-1992.
Ia mengatakan, gempa yang kemungkinan belum keluar adalah di Blok Siberut, mengingat gempa pada blok Sipora Sipagai yang ada di dekatnya tidak mungkin lagi terjadi.
"Blok Sipora Sipagai sudah keluar pada 12-13 September 2007, dan terjadi lagi pada 25 Oktober 2010," katanya.
Dia memperkirakan gempa pagi tadi kemungkinan terjadi di Blok Sipora Pagai, Kabupaten Kepulauan Mentawai atau dari segmen blok gempa dan tsunami pada 25 Oktober 2010.(*)
Editor: Jafar M Sidik
Anda dapat melihat bahwa ada nilai praktis dalam mempelajari lebih banyak tentangCOPYRIGHT © 2011 Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com