Kendari (ANTARA) - Kementerian Tenga Kerja dan Transmigrasi (Kemennakertrans) mengucurkan dana sebesar Rp7,5 miliar untuk membiayai penempatan 200 kepala keluarga (KK) warga transmigran di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). "Dana sebesar Rp7,5 miliar dari Kemennakertrans akan digunakan bagi penempatan warga transmigran di dua lokasi di Bombana," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kesejahteraan Sosial Bombana, Mustari Idris, melalui telepon dari Rumbia, ibukota Bombana, Jum`at. Menurut Mustari, dua lokasi yang akan dijadikan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) tersebut masing-masing di Lengora Pantai, Kecamatan Kabaena Tengah dan UPT Lebota, di Kecamatan Kabaena Barat. "Di dua UPT itu masing-masing akan dibangun 100 unit rumah dan setiap UPT ditempatkan 100 KK warga transmigrasi," katanya. The more authentic information about mobil keluarga ideal terbaik indonesia you know, the more likely people are to consider you a mobil keluarga ideal terbaik indonesia expert. Read on for even more mobil keluarga ideal terbaik indonesia facts that you can share.
Warga transmigrasi yang akan dimukimkan di dua UPT tersebut kata dia masing-masing 50 persen warga warga lokal dan 50 persen warga dari Pulau Jawa. Selain mendapatkan rumah semi permanen ukuran 6 x 6 meter, warga transmigran kata Mustari juga diberi lahan pekarangan 0,25 hektar, lahan usaha I seluas 0,75 hektar dan lahan usahan II satu hektar. "Total luas lahan yang diberikan kepada warga transmigran seluas dua hektar per KK," katanya. Selain membangun perumahan, di dua kawasan UPT itu juga akan dibangun sarana dan prasarana jalan, jembatan, fasilitas umum, pembukaan lahan pertanian, gudang pangan dan balai desa. "Setelah warga transmigra menempati UPT yang akan segera dibangun itu, Kemennakertrans juga memberikan jaminan hidup kepada warga transmigran selama satu tahun," katanya. Melalui penempatan warga transmigrasi di dua lokasi itu, kata Mustari, Pemerintah Bombana berharap berbagai potensi pertanian dan perkebunan di kawasan itu, dapat dikelola dengan baik, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabaena secara khusus dan Bombana pada umumnya.
Warga transmigrasi yang akan dimukimkan di dua UPT tersebut kata dia masing-masing 50 persen warga warga lokal dan 50 persen warga dari Pulau Jawa. Selain mendapatkan rumah semi permanen ukuran 6 x 6 meter, warga transmigran kata Mustari juga diberi lahan pekarangan 0,25 hektar, lahan usaha I seluas 0,75 hektar dan lahan usahan II satu hektar. "Total luas lahan yang diberikan kepada warga transmigran seluas dua hektar per KK," katanya. Selain membangun perumahan, di dua kawasan UPT itu juga akan dibangun sarana dan prasarana jalan, jembatan, fasilitas umum, pembukaan lahan pertanian, gudang pangan dan balai desa. "Setelah warga transmigra menempati UPT yang akan segera dibangun itu, Kemennakertrans juga memberikan jaminan hidup kepada warga transmigran selama satu tahun," katanya. Melalui penempatan warga transmigrasi di dua lokasi itu, kata Mustari, Pemerintah Bombana berharap berbagai potensi pertanian dan perkebunan di kawasan itu, dapat dikelola dengan baik, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabaena secara khusus dan Bombana pada umumnya.