JAKARTA, KOMPAS.com " Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar menyatakan, dalang dari rencana pengeboman Gereja Christ Cathedral, P, berencana akan mengirimkan hasil gambarnya kepada jaringan televisi internasional. Apalagi, menurut Boy, P termasuk orang yang sudah cukup lama berkecimpung dan mengenal dunia media sejak beberapa tahun. Oleh karena itu, ia tahu bahwa isu pengeboman akan menarik media, terutama media internasional. "Bukan untuk media di Indonesia, tapi untuk jaringan ke luar, media internasional. Seolah-olah P memiliki info mengenai pengeboman tersebut dan akan disiarkan secara langsung oleh media luar," ujar Boy Rafli Amar saat jumpa pers di Mabes Polri, Sabtu (23/4/2011). Benar-benar ide yang baik untuk menyelidiki sedikit lebih dalam subjek
. Apa yang Anda pelajari dapat memberikan kepercayaan diri yang Anda butuhkan untuk usaha di daerah baru.
Boy menuturkan, untuk menjalankan aksi ini, P merekrut IF, salah satu juru kamera Global TV. IF ditawarkan untuk mencari media internasional yang mau meliput aksi tersebut. "Ini memang baru idenya. Makanya, dia mengajak IF untuk meliput. Tapi, bukan untuk internal media tempat IF," ujar Boy. Untuk menelusuri lebih jauh terkait rencana P ini, Boy menyatakan, pada malam tadi pihak kepolisian juga telah menggeledah rumah P di Jakarta. Namun, belum bisa disampaikan bukti-bukti yang diperoleh di rumah tersebut. Menurutnya, jaringan teroris seperti P memang akan semakin bangga dan senang jika aksi pengeboman yang mereka lakukan diliput oleh pers, apalagi jika aksi tersebut diliput secara langsung. "Mereka justru sangat ingin masyarakat mengetahui aksi tersebut," katanya. Saat ini, tambah Boy, Polri masih meminta waktu 7 x 24 jam untuk menelusuri rencana P dan kelompoknya melakukan aksi teror tersebut.
Boy menuturkan, untuk menjalankan aksi ini, P merekrut IF, salah satu juru kamera Global TV. IF ditawarkan untuk mencari media internasional yang mau meliput aksi tersebut. "Ini memang baru idenya. Makanya, dia mengajak IF untuk meliput. Tapi, bukan untuk internal media tempat IF," ujar Boy. Untuk menelusuri lebih jauh terkait rencana P ini, Boy menyatakan, pada malam tadi pihak kepolisian juga telah menggeledah rumah P di Jakarta. Namun, belum bisa disampaikan bukti-bukti yang diperoleh di rumah tersebut. Menurutnya, jaringan teroris seperti P memang akan semakin bangga dan senang jika aksi pengeboman yang mereka lakukan diliput oleh pers, apalagi jika aksi tersebut diliput secara langsung. "Mereka justru sangat ingin masyarakat mengetahui aksi tersebut," katanya. Saat ini, tambah Boy, Polri masih meminta waktu 7 x 24 jam untuk menelusuri rencana P dan kelompoknya melakukan aksi teror tersebut.