Saturday, April 05, 2025

Friday, April 15, 2011

Darah Tiga Warga Cirebon Diperiksa

Apakah Anda pernah merasa seperti Anda tahu hanya cukup tentang
akan berbahaya? Mari kita lihat apakah kita dapat mengisi sebagian dari celah dengan info terbaru dari para ahli
.
BANDUNG, KOMPAS.com " Penyidik kepolisian telah melakukan tes darah terhadap tiga orang warga Cirebon yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya setelah melihat tayangan pria yang diduga pelaku bom bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon melalui televisi, Jumat (15/4/2011).

"Ada tiga orang yang datang ke Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Cirebon dan melaporkan kehilangan anggota keluarganya dan ingin mencocokkan dengan foto pelaku. Mereka sudah dilakukan tes darah sebagai pembanding untuk mencocokkan DNA," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Agus Rianto di Mapolresta Cirebon, Jumat malam.

Pengambilan darah ketiga pelapor warga Kota Cirebon itu dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB.Meski demikian, kata Agus, belum bisa dipastikan apakah pria yang diduga pelaku peledakan itu adalah anggota keluarga mereka atau bukan karena masih harus dicocokkan dengan hasil pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan oleh tim identifikasi Mabes Polri.

Mereka dari Anda tidak akrab dengan yang terakhir pada
sekarang memiliki setidaknya pemahaman dasar. Tapi ada lagi yang akan datang.

"Belum bisa dipastikan apakah yang diduga pelaku yang tewas itu keluarga mereka atau bukan, masih harus dibuktikan. Terlebih foto yang dilihat di tayangan TV belum jelas karena kondisinya setelah terkena ledakan," kata Agus Rianto.

Sementara itu, jenazah pria yang tewas dan diduga pelaku tunggal bom bunuh diri di masjid kompleks kantor polisi di Kota Cirebon itu telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta. Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah melakukan identifikasi terhadap jenazah pelaku bom bunuh diri tersebut.

Terkait penanganan kasus bom bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon itu, menurut Agus, dilakukan bersama oleh Densus 88 Mabes Polri, Polda Jabar, dan Mapolresta Cirebon.Namun, sejauh ini polisi belum mendapatkan identitas dari pelaku yang dalam aksi bom bunuh dirinya itu menggunakan jaket dan celana berwarna hitam. Selain itu, ciri lainnya adalah pelaku berkulit putih, berambut ikal dengan tinggi sekitar 170 sentimeter, dan diperkirakan berusia sekitar 25 tahun.

"Tidak diketemukan identitas apa pun dari pria yang diperkirakan sebagai pelaku bom bunuh diri itu, polisi masih melakukan pengembangan," kata juru bicara Polda Jabar itu.

Itulah terbaru dari pihak berwenang
. Setelah Anda terbiasa dengan ide-ide ini, Anda akan siap untuk pindah ke tingkat berikutnya.
Related Posts with Thumbnails
Powered By Blogger